MENUJU PERTANIAN ORGANIK

SELAMAT DATANG

Senin, 19 September 2011

AGRIBISNIS DAN MANAJEMEN AGRIBISNIS


AGRIBISNIS
1. Pengertian Agribisnis
    Agribisnis pada hakikatnya semua mengnyangkut suatu aktivitas dalam bidang pertanian.,Menurut Ikhsan Semaoen (1996) Agribisnis adalah suatu kegiatan usaha yang berkaitan dengan sector agribisnis mencakup perusahaan yang pemasok input agribisnis dan jasa pengangkutan,jasa keuangan.Agribisnis adalah sifat dari usaha yang yang berkaitan dengan agro-based industries yang berorientasi pada bisnis ,yaitu yang bertujuan memperoleh keuntungan,Menurut Subiakto Tjakrawerdaya (1996)
Agribisnis secara umum mengandung pengertian sebagai keseluruhan operasi yang terkait dengan usaha untuk menghasilkan uasaha tani,untuk pengolahan dan pemasaran.
Dari pengertin diatas dapat disimpulkan bahwa agribisnis meliputi seluruh sector bahan masukan usaha tani yang terlibat dalam bidang produksi dan pada akhirnya menangani proses penyebaran,penjualan baik secara borongan maupun penjualan eceran produk kepada konsumen akhir.
2. Agribisnis sebagai Usaha dan Sistem
  Agribisnis sebagai Usaha
  •      Menurut Steinhoff (1995) Kegiatan bisnis sebagai aktivitas yang menyediakan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen,dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum,perusahaan yang memiliki badan usaha maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima serta usaha informal lainnya.
  •      Menurut Griffin dan Ebert (1996) Aktivitas bisnis melalui penyedian barang dan jasa bertujuan untuk menghasilakn profit atau laba.Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode lebih besar dari total biaya pada periode yang sama.
Agribisnis sebagai bisnis berarti keseluruhan operasi yang mencakup pertanian, semuanya mengarah pada usaha dan untuk mendapat profit melalui penyedian barang dan jasa.
- Agribisnis sebagai Sistem
Agribisnis sebagai Sistem adalah merupakan
seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.
3. Sistem Agribisnis
    Secara konspsional Sistem Agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang dihasilakan oleh usaha tani dan agroindustriyang saling terkait satu sama lain.
Sistem agribisnis merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu kegiatan yang utuh dan komprehensif sekaligus sebagai suatu konsep yang dapat menelaah dan menjawab berbagai masalah dan tantangan.
Sistem Agribisnis merupakan suatu system yang terdiri dari beberapa susisten, diantaranya :
  a. Subsisten Hulu
Adalah industri yang menghasilkan barang-barang sebagai modal bagi kegiatan pertanian.
Contoh:
Industri pembibitan tumbuhan dan hewan
Industri agrokimia (pupuk,pestisida,obatobatan)
Industri agro otomotif (mesin dan peralatan pertanian) seta industri pendukungnya.
  b. Subsisten Usahatani
Adalah kegiatan yang menggunakan barang-barang modal dan sumberdaya alam untuk menghasilkan komoditas pertanian primer.
Contoh :
Usaha tanaman pangan dan holtikultura
Perkebunan
Tanaman Obat
Peternakan
Perikanan
Kehutanan
  c. Subsistem Pengolahan
Adalah industri yang mengolah komoditas pertanian primer menjadi produk olahan berupa produk antara dan produk akhir.
Contoh:
Produk makanan dan minuman
Industri serat alam
Industri biofarmaka
Industri agro-wisata dan estetika
  d. Subsistem Pemasaran
Adalah kegiatan untuk memperlancar pemasaran komoditas pertanian baik segar maupun olahan untuk nasional dan ekspor ke luar negeri.
Contoh :
Distribusi
Konsumsi
Promosi
Informasi pasar
  e. Subsistem Jasa Pendukung
Adalah menyediakan jasa bagi subsistem agribisnis hulu,subsistem usaha tani,dan subsistem agribisnis hilir.
Contoh :
Penelitian
Perkreditan
Transportasi
Penyuluhan
  4. Lingkup Kegiatan Agribisnis
1) Pertanian
Pertanian dalam arti luas adalah proses menghasilkan bahan pangan, ternak, serta produk-produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya tumbuhan dan hewan. Pemanfaatan sumber daya ini terutama berarti budi daya (cultivation, atau untuk ternak: raising).
Sedangkan pertanian dalam arti sempit adalah proses menghasilkan bahan makanan.
Pertanian terbagi 2 :
 Pertanian Lahan Basah atau SawahØ
Merupakan usaha tani yang dilaksanakan pada hamparan yang sangat membutuhkan perairan. Perairan sawah biasanya dilakukan untuk komoditi padi,jagung dan kacang-kacang.
 Perairan Lahan Kering atau LadangØ
Adalah pertanian yang tidak membutuhkan pengairan.Komoditas lading biasanya berupa palawija,umbi-umbian dan holtikultura.
2) Perkebunan
Merupakan usaha tani di lahan kering yang ditanami dengan tanaman industri yang laku di pasar, seperti : karet, kelapa sawit, tebu, cengkeh , dan lain-lain.
3) Peternakan
Merupakan usaha tani yang dilakukan dengan membudidayakan ternak.
Usaha ternak dibedakan atas
Peternakan unggas (ayam dan itik)
Peternakan kecil (kambing,domba,kelinci,babi dan lain-lain)
Ternak besar (kerbau,sapi dan kuda)
4) Perikanan
Perikanan adalah semua kegiatan yang terorganisir berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.
Perikanan tangkap,dapat dibedakan menjadi perikanan perairan (sungai dan danau) dan perikanan air laut.
Perikanan budidaya, dapat dibedakan dalam perikanan kolam, perikanan rawa, perikanan empang dan perikanan tambak.
5) Kehutanan
Adalah kegiatan pertanian yang dilakukan untuk mempoduksi atau memamfaatkan hasil hutan,baik yang timbuh atau hidup secara alami maupun yang telah dibudidayakan.
MANAJEMEN AGRIBISNIS
1. Pengertian Manajemen Agribisnis
Agribisnis adalah semua aktivitas dalam bidang pertanian.Mulai dari industri hulu,usaha tani,indutri hilir hingga distribusinya.
Sedangkan, manajemen adalah suatu proses untuk mencapai hasil-hasil yang diinginkan dengnan menggunakan sumber daya yang tersedia dengan menjalankan fungsi-fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan,fungsi pengorganisasian,fungsi pengarahan dan pengimplementasian dan fungsi pengawasan dan pengendalain.
Dengan demikian Manajemen Agribisnis adalah suatu kegiatan dalam bidang pertanian yang menerapkan manajemen dengan melaksanakan fungsi fungsi perencanaan,fungsi pengorganisasian,fungsi pengarahan dan pengendalian dan fungsi pengawasan dan pengendalain dengan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan produk pertanian dan keuntungan yang maksimal.
2. Menejer Agribisnis
Manajer
adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen
Manajer
adalah individu yang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan bersama peran anggota dari organisasi.
Menejer Agribisnis
adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam kegiatan sector pertanian mulai dari subsistem hulu,subsistem usaha tani,subsistem pengolahan,subsistem pemasaran dan subsistem penyedian jasa.
3. Kekhususan Manajemen Agribisnis
Adapun kekhususan manajemen agribisnis adalah :
Keanekaragaman jenis bisnis yang sangat besar pada sector agribisnis yaitu dari para produsen dasar sampai para pengirim,perantara,pedagang borongan,pemproses,pengepak,pembuat barang,usaha pergudangan, pengangkutan,lembaga keuangan,pengecer,kongsi bahan pangan,restoran sampai daftar ini tidak ada akhirnya.
Besarnya jumlah agribisnis, secara kasar berjuta- juta bisnis yang berbeda telah lazim menangani rute dari produsen sampai ke pemasar encer.
Cara pembentukan agribisnis dasar di sekeliling pengusaha tani. Para pengusaha tani ini menghasilkan beratus-ratus macam bahan pangan dan sandang (serat).
Keanekaragaman yang tidak menentu dalam hal ukuran agribisnis, dari perusahaan raksasa sampai pada organisasi yang di kelola oleh satu orang .
Agribisnis yang berukuran kecil dan harus bersaing di pasar yang relative bebas dengan penjual yang berjumlah banyak dan pembeli yang lebih sedikit.
Falsafah hidup tradisional yang dianut oleh para pekerja agribisnis cendrung membuat agribisnis lebih kolot disbanding bisnis lainnya.
Kenyataan badan usaha agribisnis cendrung berorientasi pada masyarakat.
Kenyataan bahwa agribisnis cendrung berorientasi pada masyarakat, banyak di antaranya terdapat dikota kecil dan pedesaan, dimana hubungan antar perorangan penting dan ikatan bersifat jangka panjang.
Kenyataan bahwa agribisnis bahwa yang sudah menjadi industri raksasa sekali pun sangat bersifat musiman.
Agribisnis bertalian dengan gejala alam.
Dampak dari program dan kebijakan pemerintah mengena langsung pada agribisnis.Misalnya harga gabah sangat dipengaruhi oleh peraturan pemerintah.
4. Peranan Agribisnis dalam Pembangunan
Agribisnis sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pembangunan.Sebagaimana yang kita ketahui agribisnis bergerak pada sector pertanian. Dalam perekonomian Indonesia, agribisnis mempunyai peranan yang sangat penting sehingga mempunyai nilai strategis. Hal ini disebabkan :
Karena mayoritas rumah tangga penduduk Indonesia yang mengusahakan agribisnis dan mayoritas angkatan kerja bekerja di bidang agribisnis,
Agribisnis menyubang pendapatan nasional terbesar,
Kandungan impor dalam usaha agribisnis rendah,
Agribisnis sebagai salah satu sumber devisa, karena sebagian besar devisa dari non migas berasal dari agribisnis,
Kegiatan agribisnis lebih bersifat ramah terhadap lingkungan,
Agribisnis off farm merupakan indunstri yang lebih mudah diakses oleh petani dalam rangka trasformasi structural,
Agribisnis merupakan kegiatan usaha penghasil makanan pokok dan kebutuhan lainnya.
Agribisnis bersifat labor intensive
Mempunyai efek multiplier yang tinggi. Disamping itu, agribisnis merupakan tumpuan utama dalam pemulihan ekonomi dari krisis ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar